Senin, 28 Januari 2013
gunung ciremai
Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon,Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.
Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai(TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.
Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan,Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.
Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).
Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.
biografi soe hok gie
Soe Hok Gie (lahir di Djakarta, 17 Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang aktivis Indonesia danmahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.
Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).
Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.
Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas,Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judulOrang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).
Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswaangkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.
Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
gunung rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok.
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.
www.info2lombok.com
legenda gunung semeru
Legenda Gunung semeru
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.
Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewata, Hyang, dan mahluk halus.
Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru
gunung semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
Perjalanan
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolomasih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibisliar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asapwedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/semeru
puisi alam
Taruh puncak itu di depan kita, dan
jangan lepaskan!
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh,
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.
.....................................................
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh,
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.
.....................................................
(Dikutip dari Novel "5
cm")
Yang mencintai udara jernih
Yang
mencintai terbang burung-burung
Yang
mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang
mencintai bumi
Mereka
mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka
tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi
Kembali
ke pangkuan bintang-bintang
Sementara
bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara
sapu tangan menahan tangis
Sementara
Desember menabur gerimis
--24
Desember 1969--
Sanento
Yuliman
alamku
MENGAPA AKU
MENCITAI ALAM “KAWANKU’’ ?
Puncak - puncakgunung yang
sunyisepertimengawetkansegalakemurniandunia yang
sudahhilangditelanambisidankeinginandunia di bawahsana. Di tengah -
tengahkeheningandan aroma kemurnianini, akumerasabumi di bawahtelahbegitulusuh,
sumpek.Kadang - kadangakuberpikirrumahkusesungguhnyaada di sini, di
setiappuncakgunung - gunung.Sebab, di puncak -
puncakitulahakumerasakanakrabdengansemualingkungan di
sekitarku.Akusulitmengakrabikota - kotabesar, apalagimetropolitansepertiJakarta.
Hampirsemua yang kutemuiadalahpalsu – air mancurbuatan, bungapalsu di vas
bungamejakantor, lukisan - lukisanpemandangan, senyumdibuat - buatparaSPG
di mall - mall, toko - toko, keramahansemu di jalan - jalan, menjual agama
danmengatasnamakanAllah demi kekuasaan….
Orang di kotakebanyakantakmengertikenapaada orang - orang yang begitumenyukaigunung - gunung yang sepi, jauhdarigemerlapdankeceriaan. Tetapisesungguhnyasituasi di alambukanlahkesepian, melainkankeheningan. Orang - orang kotabesarmudahmerasakesepian, namun di kotabesar orang susahmerasakankeheningan. Keheninganmemilikidaya yang unikdanasli, yang hakiki.Keheningantidakmengisolasikitadarikeberadaandirikita, tetapimendekatkaneksistensikitadenganhakikatsegalasesuatu.Kita menjadidekatdengandirikitasendiri. Di keramaiankota, kitamengasingkandirikitasendiri…dalamkeheningan, selalutumbuhkesadaran :
Kita sebenarnyaadalahsungai - sungaikecil yang membawalentera - lenterakecil yang memancarkanserpihancahaya di antarabebatuandanpepohonan, yang menyusup di sela - selaawan nan tinggi; cahayaitukadangmenyurutredup di dekapkabut, yang bermain di kelopakmatakita, yang terlaluseringmengantukdihembusanginmalam, yang dingin, yang mencekamdan yang menusukpori - porikulitkita, yang taklagimurni. Tubuhkitaadalahcermin yang terlanjutkusamolehdebuduniadanterlalu lama sudahwajahkitainikitatutupdengantopeng yang tersenyumselalu.
Tanyakanpadanurani, sebabkuyakinnuraniakanberkatajujurkarenaiatakpernahberbohongsejakiadiciptakan. Pandanglahdenganseksamamanusiakota yang kitasebutberadabitu. Merekaseringberbohong demi ambisipribadi, menipunurani.Nuranidisingkirkan di suduthati, daniahanyabisamenangismelihatkitaberenangbersamakebohongan.
Tapialam, denganpantai, ombak, gunung, kabut, angin, embun, hujandanhutanmengajarikukejujurandankesederhanaan.Iamentertawakanmanusia. Manusiabegiturapuhberhadapandengandirinyasendiri.Kita, paramanusia, seringmengingkariikrarkehidupan yang dulukitabuatbersamasemesta.IkrarkitaadalahmenjadiwakilTuhan.Kita adalahsemestakecil yang menampungsemestabesar.Semestakecilinibukanhanyatubuhdanpikiran, tetapijugaruhdanjiwarohani.Tapikitaabai, kitatakseriusdenganikrarkita, sementaraTuhansungguh - sungguhseriusdenganikrar - Nya.Betapaseringkitaingkardantakpatuh.
Akukadangsedihdanmalusebabternyata “kepatuhanTuhankepadamanusiajauhlebihbesarketimbangkepatuhankitakepada-Nya.”Bagaimanatidak, Tuhantelahberjanjiuntukmenyayangimanusia.Kita dulujugaberjanjiuntukmematuhi-Nya.Lihatlah, walaubanyaktindakankeingkaransepertikekejamandankekejian yang terkadangmembuatkitahampir - hampirtakpercayabahwamanusiabisabegitukejam, tetapiTuhantetappatuh.Diatetapmengirimkanhujanpadamusimnya; Diaselalumenyegarkankembaliudarahinggakitatetapbisabernafas; Diatetapmemerintahkanmentaridanrembulanmenjalankanrutinitasnya; Diatakmengeringkan air; Diatakcabut rasa kenikmatansaatmanusiaberhubunganseksualkendatiitudilakukan di luaraturan yang ditetapkan-Nya.
JadiTuhanbegitupatuhkepadakita.Diamenjagakita.Tapikitasukaceroboh, iseng, dankurangajar. Kita kacaukanudarakita ;kitarusakalamkita; kitasalahgunakankenikmatan; kitabikinalam yang dipeliharabaik-baikolehTuhanmenjadimenderita. Tetapi, alamitupunyabataskesabarannyasendiri.Ketikahutangunungkitaperas, alammarah.Merekabersatudengan air untukmenciptakanbanjir.Tapikitatakpernahmausadarjuga.
Tetapirupanyamanusialebihsukamemuaskannafsusesaatnyaketimbangmenciptakanharmonisemestakecildansemestabesar.
Jadikalausajakitamauhidupsederhanasaja, barangkalipetakatakkansedemikiandahsyat. keserakahan yang membuatbanyakhewanpunah, hutan di habis, tanahtandus, danozonbolong, AIDSmuncul, pemanasan global .. ahapalagipetaka yang menunggu di depanmataakibatkeserakahankita. Ya Allah, betapabanyakkearifan yang dibutuhkan di bumi yang makinmuramini.
Alam yang indahdantenanginisesungguhnyabanyakmengajarkanrahasiabagaimanamanusiamembangundirinyamenjadisosok yang berpribadimulia: tenang, heningdantegarsepertigunung, ramahsepertikicauburung, bergelorasepertiombaklautdanbadai, sabarsepertitanahbumi, penuhkesadarandanistiqamahsepertimatahari, lembutseperticahayabulan, dandermawansepertiudara. Makaakumestimenyatudenganalam, seperti kata Walt Whitman:
Now I see the secret of the making of the best person
It is to grow in the open air
And to eat and sleep with the earth.
Padaakhirnya, kawan, jikakauinginmendakigunung, ingatlah kata - kata bijak sang pendakipertama yang menjangkauatapdunia: It is not the mountain we conquer, but ourselves
Orang di kotakebanyakantakmengertikenapaada orang - orang yang begitumenyukaigunung - gunung yang sepi, jauhdarigemerlapdankeceriaan. Tetapisesungguhnyasituasi di alambukanlahkesepian, melainkankeheningan. Orang - orang kotabesarmudahmerasakesepian, namun di kotabesar orang susahmerasakankeheningan. Keheninganmemilikidaya yang unikdanasli, yang hakiki.Keheningantidakmengisolasikitadarikeberadaandirikita, tetapimendekatkaneksistensikitadenganhakikatsegalasesuatu.Kita menjadidekatdengandirikitasendiri. Di keramaiankota, kitamengasingkandirikitasendiri…dalamkeheningan, selalutumbuhkesadaran :
Kita sebenarnyaadalahsungai - sungaikecil yang membawalentera - lenterakecil yang memancarkanserpihancahaya di antarabebatuandanpepohonan, yang menyusup di sela - selaawan nan tinggi; cahayaitukadangmenyurutredup di dekapkabut, yang bermain di kelopakmatakita, yang terlaluseringmengantukdihembusanginmalam, yang dingin, yang mencekamdan yang menusukpori - porikulitkita, yang taklagimurni. Tubuhkitaadalahcermin yang terlanjutkusamolehdebuduniadanterlalu lama sudahwajahkitainikitatutupdengantopeng yang tersenyumselalu.
Tanyakanpadanurani, sebabkuyakinnuraniakanberkatajujurkarenaiatakpernahberbohongsejakiadiciptakan. Pandanglahdenganseksamamanusiakota yang kitasebutberadabitu. Merekaseringberbohong demi ambisipribadi, menipunurani.Nuranidisingkirkan di suduthati, daniahanyabisamenangismelihatkitaberenangbersamakebohongan.
Tapialam, denganpantai, ombak, gunung, kabut, angin, embun, hujandanhutanmengajarikukejujurandankesederhanaan.Iamentertawakanmanusia. Manusiabegiturapuhberhadapandengandirinyasendiri.Kita, paramanusia, seringmengingkariikrarkehidupan yang dulukitabuatbersamasemesta.IkrarkitaadalahmenjadiwakilTuhan.Kita adalahsemestakecil yang menampungsemestabesar.Semestakecilinibukanhanyatubuhdanpikiran, tetapijugaruhdanjiwarohani.Tapikitaabai, kitatakseriusdenganikrarkita, sementaraTuhansungguh - sungguhseriusdenganikrar - Nya.Betapaseringkitaingkardantakpatuh.
Akukadangsedihdanmalusebabternyata “kepatuhanTuhankepadamanusiajauhlebihbesarketimbangkepatuhankitakepada-Nya.”Bagaimanatidak, Tuhantelahberjanjiuntukmenyayangimanusia.Kita dulujugaberjanjiuntukmematuhi-Nya.Lihatlah, walaubanyaktindakankeingkaransepertikekejamandankekejian yang terkadangmembuatkitahampir - hampirtakpercayabahwamanusiabisabegitukejam, tetapiTuhantetappatuh.Diatetapmengirimkanhujanpadamusimnya; Diaselalumenyegarkankembaliudarahinggakitatetapbisabernafas; Diatetapmemerintahkanmentaridanrembulanmenjalankanrutinitasnya; Diatakmengeringkan air; Diatakcabut rasa kenikmatansaatmanusiaberhubunganseksualkendatiitudilakukan di luaraturan yang ditetapkan-Nya.
JadiTuhanbegitupatuhkepadakita.Diamenjagakita.Tapikitasukaceroboh, iseng, dankurangajar. Kita kacaukanudarakita ;kitarusakalamkita; kitasalahgunakankenikmatan; kitabikinalam yang dipeliharabaik-baikolehTuhanmenjadimenderita. Tetapi, alamitupunyabataskesabarannyasendiri.Ketikahutangunungkitaperas, alammarah.Merekabersatudengan air untukmenciptakanbanjir.Tapikitatakpernahmausadarjuga.
Tetapirupanyamanusialebihsukamemuaskannafsusesaatnyaketimbangmenciptakanharmonisemestakecildansemestabesar.
Jadikalausajakitamauhidupsederhanasaja, barangkalipetakatakkansedemikiandahsyat. keserakahan yang membuatbanyakhewanpunah, hutan di habis, tanahtandus, danozonbolong, AIDSmuncul, pemanasan global .. ahapalagipetaka yang menunggu di depanmataakibatkeserakahankita. Ya Allah, betapabanyakkearifan yang dibutuhkan di bumi yang makinmuramini.
Alam yang indahdantenanginisesungguhnyabanyakmengajarkanrahasiabagaimanamanusiamembangundirinyamenjadisosok yang berpribadimulia: tenang, heningdantegarsepertigunung, ramahsepertikicauburung, bergelorasepertiombaklautdanbadai, sabarsepertitanahbumi, penuhkesadarandanistiqamahsepertimatahari, lembutseperticahayabulan, dandermawansepertiudara. Makaakumestimenyatudenganalam, seperti kata Walt Whitman:
Now I see the secret of the making of the best person
It is to grow in the open air
And to eat and sleep with the earth.
Padaakhirnya, kawan, jikakauinginmendakigunung, ingatlah kata - kata bijak sang pendakipertama yang menjangkauatapdunia: It is not the mountain we conquer, but ourselves
Langganan:
Postingan (Atom)