Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan
1. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang di landasi dengan kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas
serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien). Efesiensi koperasi adalah suatu teori yang membahas tentang suatu hasil yang sesuai dengan kemauan dan harapan yang akan membuahkan hasil maksimal. Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu : (1) Manfaat ekonomi langsung (MEL) (2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL) MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya. METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota. • Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut: TME = MEL + METL MEN = (MEL + METL) – BA • Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut : MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU METL = SHUa Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi: 1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota 2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha 2. Efektivitas Koperasi Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif
3. Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
PPK = S H U X 100%
Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.
RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berukut:
Rentabilitas = S H U X 100%
AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.
4. Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
Sumber:
-http://rudybyo.blogspot.com/2010/12/efisiensi-koperasi_2347.html
-http://kampus-net.blogspot.com/2009/06/produktivitas-koperasi.html
Rabu, 04 Januari 2012
Peranan Koperasi
Berdasarkan Undang-Undang Pokok Perkoperasian Nomor 12 tahun 1967. Koperasi Indonesia diartikan sebagai:
Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang atau badan hokum. Koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan kegotong-royongan.
Agar tujuan Koperasi (kesejahteraan anggota dan masyarakat) dapat tercapai, maka koperasi memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam perekonomian Indonesia.Hal ini disebabkan, koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Seperti pada Usaha kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) merupakan kelompok usaha ekonomi yang penting dalam perekonomian indonesia. Hal ini disebabkan, usaha kecil menengah dan koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Oleh karena itu kesenjangan pendapatan yang cukup besar masih terjadi antara pengusaha besar dengan usaha kecil, menengah dan koperasi (UKMK), pengembangan daya saing UKMK, secara langsung merupakan upaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, sekaligus mempersempit kesenjangan ekonomi. Keberadaan UKMK sebagai tulang punggung perekonomian kota menjadi perhatian khusus.
Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, usaha kecil, menengah dan koperasi hanya memberikan kontribusi sebesar 16,4% sedangkan usaha besar 83,6%. Berdasarkan penguasaan pangsa pasar, usaha kecil, menengah dan koperasi hanya menguasai pangsa pasar sebesar 20% (80% oleh usaha besar). Hal tersebut menunjukkan dua sekaligus, yaitu super kuatnya sektor usaha besar dan teramat lemahnya sektor UKMK. Peran serta koperasi sudah makin terlihat dalam pengembangan roda perekonomian di Indonesia. Di banyak daerah, koperasi punya andil besar untuk mensejahterakan anggota maupun yang bukan anggota. Dalam peranan koperasi untuk memberikan kesejahteraan misalnya kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja. Hal ini tentu saja bisa makin meringankan beban pemerintah maupun swasta dalam menangani tenaga kerja yang jumlahnya makin meningkat dari tahun ke tahun. Koperasi disini juga dimaksudkan untuk menampung kegiatan perekonomian pada tingkat lapisan bawah yang masih merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Untuk melancarkan kegiatan-kegiatan koperasi tersebut.
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:
- Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
- Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
- Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunyaBerusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
- Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar .
Dasar hukum operasional Koperasi Indonesia adalah UU Nomor 25 Tahun 1992. Tentang fungsi, peran, dan prinsip koperasi, diatur dalam Bab III pasal 4 (fungsi dan peran koperasi) dan pasal 5 (prinsip koperasi).
Berikut kutipan bunyi lengkap pasal 4 dan 5 UU Nomor 25 Tahun 1992.
Pasal 4
Fungsi dan peran koperasi adalah :
a. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
b. berperan serta secara aktif dalam upaya memeprtinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
c. memperkokoh perkeonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahana perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya;
d. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perkeonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Pasal 5
(1) Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut :
a. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
b. pengelolaan dilakukan secara demokratis;
c. pembagian sisa hasil usaha dialakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota;
d. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
e. kemandirian.
(2) Dalam mengembangkan Koperasi, maka Koperasi melaksanakan pula prinsip Koperasi sebagai berikut:
a. pendidikan perkoperasian;
b. kerja sama antarkoperasi.
Pembangunan Koperasi
Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help).
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
Masalah-masalah dalam Pembangunan Perkoperasian
- Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Pertumbuhan dan perkembangan koperasi, masih belum mencapai sasaran yang diharapkan, terutama yang menyangkut kemampuan-nya dalam memberikan pelayanan kepada anggota dan masyarakat golongan ekonomi lemah. Hal itu disebabkan oleh berbagai masalah baik yang bersumber dari dalam koperasi masing-masing maupun yang bersumber dari luar, baik yang berkaitan dengan aspek kelembagaan, yang berkaitan dengan aspek usaha maupun yang berkaitan dengan aspek lainnya.
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut
dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a. Koqnisi
Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat mempengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.
b. Apeksi
Perasaan-perasaan yang terkait di dalamnya seperti meningkatnya rasa kepercayaan diri di dalam melakukan tindakan-tindakan yang melambangkan sebuah keberanian, ada tekad yang kuat di dalam memperjuangkan apa-apa yang menjadi sebuah harapan.
c. Psikomotor
Bentuk-bentuk tindakan yang kuat dan sikap yang tegas untuk mendukung apa yang menjadi harapan dari manusia itu sendiri. Seperti berani melangkah ke wilayah peradilan untuk memperjuangkan hak-ahak yang dimilikinya,
Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
a. Ofisialisasi
b. De-ofisialisasi
c. Otonomisasi
4. Misi UU No.25 Tahun 1992
merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam
rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,
makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945.
Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara
Berkembang menurut :
A. Hanel, 1989
Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan
pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan
pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara
langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang
dikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi
koperasi yang mandiri.
SUMBER
ocw.gunadarma.ac.id/course/…s1/…koperasi/pembangunan-koperasi
http://indramunawar.blogspot.com/2010/03/hal-yang-terjadi-pada-kognisi-afeksi.html
10 Virus Komputer Paling Ganas di 2011
Beragam jenis virus berkeliaran di sepanjang 2011. Mulai dari Stuxnet, Rammit, Webmoner, dan beberapa jenis virus lain yang cukup sulit dibasmi.
1. Stuxnet, merupakan salah satu virus yang cukup heboh karena efek yang cukup nyata. Dengan membuat space hardisk korban menjadi habis sehingga memunculkan peringatan “Low Disk Space”. Hal ini karena Stuxnet membuat file sampah berukuran besar yang terus membengkak.
2. Ramnit, merupakan salah satu virus yang telah sukses menggantikan peran Sality sebagai jawara virus di tahun 2011 dalam menginfeksi komputer dan file executable. Sejak Januari hingga saat ini, sudah banyak komputer yang telah terinfeksi virus ini.
Selain Ramnit virus lain yang menyebar di awal tahun 2011 yaitu Webmoner dan FontAgent.
3. Webmoner, virus ini memiliki kemiripan dengan Ramnit yaitu membuat 4 file shortcut, tetapi file virus pemicunya justru memiliki extension sys yaitu file mso.sys.
4. Sedangkan FontAgent juga memiliki file shortcut, hanya saja file virus pemicunya justru memiliki extension fon (Font file) seperti setup50045.fon atau setup50039.fon.
Demam Facebook juga ikut merambah metode penyerangan virus di tahun 2011 ini. Dengan memanfaatkan fungsi status dan Facebook Chat, banyak hal yang terjadi seperti pishing (artikel Pishing FB Chat), celah XSS (artikel XSS), scam (artikel Scam) hingga penyebaran malware.
5. Kolab, merupakan virus Facebook Chat yang cukup heboh karena memiliki kemampuan metamorphic. Setiap malware yang disebarkan melalui FB Chat, walaupun memiliki ukuran dan nama yang sama, tetapi justru memiliki algoritma hash yang berbeda.
Selain itu, Kolab memanfaatkan teknik FakeURL (link palsu) seolah-olah pengguna komputer mendownload file gambar (JPG), padahal yang diunduh adalah virus.
6. FakeAV, salah satu virus yang cukup terkenal sejak 2 tahun lalu juga tidak mau kalah di tahun ini. Tercatat 2 artikel telah dipublish oleh Vaksincom terhadap serangan varian malware ini.
FakeAV merupakan virus yang menggunakan metode aplikasi keamanan palsu (antivirus palsu) untuk mengelabui pengguna komputer dengan notifikasi dan pesan-pesan bahwa komputer telah terinfeksi virus dan meminta pengguna komputer untuk mengaktifkan antivirus palsu tersebut dengan cara melakukan pembayaran online.
7. Slugin, salah satu varian virus yang menyebarkan spam juga ikut meramaikan persaingan di tahun 2011. Jika di tahun-tahun sebelumnya ada Virut, maka tahun ini Slugin menjadi biang dari penyebaran spam yang tidak jelas.
Dengan memanfaatkan akun email pengguna komputer yang terinfeksi, maka Slugin mengirimkan spam kepada kontak-kontak yang dimiliki oleh pengguna komputer tersebut.
8. BitCoinMiner/DorkBot, inilah trojan Zbot pencari uang yang cukup handal. Dengan adanya mata uang digital, dan adanya pula program bisnis penghasil uang dengan cara menambang (bitcoin mining), pembuat virus menjadikan hal ini sebagai salah satu cara yang cukup praktis.
Dengan melakukan BitCoin Mining pada ribuan komputer terinfeksi, maka akan dengan mudah menghasilkan uang yang cukup banyak. BitCoinMiner sendiri memiliki 2 varian virus yang pertama menggunakan icon abjad pada file virus sebagai penyebaran.
Sedangkan varian kedua menggunakan metode dari Kolab dengan menyebarkan file virus melalui Facebook Chat. File tersebut pun berbeda, karena menggunakan icon wanita sexy untuk menarik perhatian.
9. MacSecurity, varian virus ini cukup heboh di pertengahan tahun 2011 karena memiliki 5 varian yang berbeda tetapi sama yaitu MacDefender, MacGuard, MacProtector, MacShield dan MacSecurity.
Memiliki karakter yang sama seperti FakeAV yang berjalan di Windows, MacSecurity mengelabui pengguna komputer dengan notifikasi dan pesan-pesan bahwa komputer telah terinfeksi virus dan meminta pengguna komputer untuk mengaktifkan antivirus palsu tersebut dengan cara melakukan pembayaran online.
10. Virus Android, bak menggantikan peran dari Windows Mobile, Android di tahun ini cukup meroket dan bahkan hampir setiap hari banyak aplikasi yang dibuat khusus untuk sistem operasi tersebut.
Tetapi justru hal tersebut menjadi buah simalakama karena di antara jutaan aplikasi itu merupakan virus jejadian. Di awali dari trojan Android.
Plankton yang menyerang menggunakan nama aplikasi game Angry Birds, hingga Android.Gongfu, Android.Wukong, Android.SmsSend dan Android.DreamExploid yang banyak menyerang aplikasi-aplikasi, terutama game.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/26/164720/1799900/323/10-virus-komputer-paling-ganas-di-2011/
1. Stuxnet, merupakan salah satu virus yang cukup heboh karena efek yang cukup nyata. Dengan membuat space hardisk korban menjadi habis sehingga memunculkan peringatan “Low Disk Space”. Hal ini karena Stuxnet membuat file sampah berukuran besar yang terus membengkak.
2. Ramnit, merupakan salah satu virus yang telah sukses menggantikan peran Sality sebagai jawara virus di tahun 2011 dalam menginfeksi komputer dan file executable. Sejak Januari hingga saat ini, sudah banyak komputer yang telah terinfeksi virus ini.
Selain Ramnit virus lain yang menyebar di awal tahun 2011 yaitu Webmoner dan FontAgent.
3. Webmoner, virus ini memiliki kemiripan dengan Ramnit yaitu membuat 4 file shortcut, tetapi file virus pemicunya justru memiliki extension sys yaitu file mso.sys.
4. Sedangkan FontAgent juga memiliki file shortcut, hanya saja file virus pemicunya justru memiliki extension fon (Font file) seperti setup50045.fon atau setup50039.fon.
Demam Facebook juga ikut merambah metode penyerangan virus di tahun 2011 ini. Dengan memanfaatkan fungsi status dan Facebook Chat, banyak hal yang terjadi seperti pishing (artikel Pishing FB Chat), celah XSS (artikel XSS), scam (artikel Scam) hingga penyebaran malware.
5. Kolab, merupakan virus Facebook Chat yang cukup heboh karena memiliki kemampuan metamorphic. Setiap malware yang disebarkan melalui FB Chat, walaupun memiliki ukuran dan nama yang sama, tetapi justru memiliki algoritma hash yang berbeda.
Selain itu, Kolab memanfaatkan teknik FakeURL (link palsu) seolah-olah pengguna komputer mendownload file gambar (JPG), padahal yang diunduh adalah virus.
6. FakeAV, salah satu virus yang cukup terkenal sejak 2 tahun lalu juga tidak mau kalah di tahun ini. Tercatat 2 artikel telah dipublish oleh Vaksincom terhadap serangan varian malware ini.
FakeAV merupakan virus yang menggunakan metode aplikasi keamanan palsu (antivirus palsu) untuk mengelabui pengguna komputer dengan notifikasi dan pesan-pesan bahwa komputer telah terinfeksi virus dan meminta pengguna komputer untuk mengaktifkan antivirus palsu tersebut dengan cara melakukan pembayaran online.
7. Slugin, salah satu varian virus yang menyebarkan spam juga ikut meramaikan persaingan di tahun 2011. Jika di tahun-tahun sebelumnya ada Virut, maka tahun ini Slugin menjadi biang dari penyebaran spam yang tidak jelas.
Dengan memanfaatkan akun email pengguna komputer yang terinfeksi, maka Slugin mengirimkan spam kepada kontak-kontak yang dimiliki oleh pengguna komputer tersebut.
8. BitCoinMiner/DorkBot, inilah trojan Zbot pencari uang yang cukup handal. Dengan adanya mata uang digital, dan adanya pula program bisnis penghasil uang dengan cara menambang (bitcoin mining), pembuat virus menjadikan hal ini sebagai salah satu cara yang cukup praktis.
Dengan melakukan BitCoin Mining pada ribuan komputer terinfeksi, maka akan dengan mudah menghasilkan uang yang cukup banyak. BitCoinMiner sendiri memiliki 2 varian virus yang pertama menggunakan icon abjad pada file virus sebagai penyebaran.
Sedangkan varian kedua menggunakan metode dari Kolab dengan menyebarkan file virus melalui Facebook Chat. File tersebut pun berbeda, karena menggunakan icon wanita sexy untuk menarik perhatian.
9. MacSecurity, varian virus ini cukup heboh di pertengahan tahun 2011 karena memiliki 5 varian yang berbeda tetapi sama yaitu MacDefender, MacGuard, MacProtector, MacShield dan MacSecurity.
Memiliki karakter yang sama seperti FakeAV yang berjalan di Windows, MacSecurity mengelabui pengguna komputer dengan notifikasi dan pesan-pesan bahwa komputer telah terinfeksi virus dan meminta pengguna komputer untuk mengaktifkan antivirus palsu tersebut dengan cara melakukan pembayaran online.
10. Virus Android, bak menggantikan peran dari Windows Mobile, Android di tahun ini cukup meroket dan bahkan hampir setiap hari banyak aplikasi yang dibuat khusus untuk sistem operasi tersebut.
Tetapi justru hal tersebut menjadi buah simalakama karena di antara jutaan aplikasi itu merupakan virus jejadian. Di awali dari trojan Android.
Plankton yang menyerang menggunakan nama aplikasi game Angry Birds, hingga Android.Gongfu, Android.Wukong, Android.SmsSend dan Android.DreamExploid yang banyak menyerang aplikasi-aplikasi, terutama game.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/26/164720/1799900/323/10-virus-komputer-paling-ganas-di-2011/
6 Kiat Memilih Vendor Penyedia Komputasi Awan
Dunia bisnis saat ini mulai menyadari bahwa layanan dan sumber daya komputasi awan bersifat dinamis, fleksibel dapat diakses dengan mudah melalui berbagai fasilitas internet atau intranet dan yang terpenting, dapat mengubah perilaku bisnis itu sendiri.
Komputasi awan dipercaya dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk merespons kebutuhan pasar dengan cepat. Tetapi sebelum memutuskan untuk menggunakan komputasi awan, ada baiknya bagi pelaku bisnis untuk mengetahui lebih lanjut ekosistem di balik komputasi awan itu sendiri.
Komputasi awan lahir sebagai pendekatan utama untuk mengurangi biaya operasi, mengelola kerumitan dan merangsang integrasi organisasi bisnis. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berpaling kepada solusi komputasi awan, para Independent Software Vendor (ISV) dan pengembang aplikasi harus siap untuk menghantarkan lebih banyak solusi di awan.
Lingkungan awan dimana aplikasi dibangun akan berdampak besar terhadap kualitas layanan yang ditawarkan para ISV dan pengembang aplikasi. Jadi, sebelum Anda sebagai pelanggan memasuki perjanjian atau menandatangani kontrak penawaran solusi komputasi SaaS, perusahaan harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Integrasi – Bagaimana vendor menjamin kompatibilitas aplikasi dengan infrastruktur TI yang ada dan bagaimana dengan pengembangannya di waktu mendatang?
Untuk memastikan pemasangan dan ROI yang cepat, vendor harus dapat menunjukkan kemudahan integrasi dengan sistem Anda yang ada saat ini dan solusi-solusi yang mungkin ingin dikembangkan dan dibangun di sistem tersebut di masa mendatang.
Beberapa aspek yang perlu anda cermati adalah: sesuai dengan kebutuhan — agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang berubah-ubah dan dinamis, memperhatikan skalabilitas — untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang dibutuhkan sehingga dapat ditingkatkan dan dinaikan sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan proses upgrade sistem saat ini, dan kompatibel — dengan solusi-solusi lainnya di pasar, misalnya aplikasi lain yang dikembangkan dalam ekosistem awan yang sama yang menawarkan fungsi tambahan dari sistem ysng sedang digunakan saat ini.
2. Kinerja: Kinerja dan Kesepakatan Layanan (SLA) apa yang dapat ditawarkan vendor?
Tergantung dari proses yang terlibat, Anda harus memastikan bahwa aplikasi SaaS yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dalam hal ketersediaan, waktu transaksi, penyimpanan dan kinerja.
Untuk menjamin keamanan, upayakan transparansi dalam situasi dimana mungkin terjadi pelanggaran tingkat keamanan, seperti pemonitoran, pengelolaan operasional dan performa, serta rencana pemulihan bencana (disaster recovery) vendor yang terperinci.
Selain itu, terkait janji transparansi, skalabilitas dan performa, pelanggan harus bertanya: praktek keamanan dan kepatuhan apa yang telah diterapkan untuk menjamin kerahasiaan, integritas dan ketersediaan data.
Hal ini sangant penting. Sebagai contoh, kesalahan prosedur back-up data pada seorang pelanggan dapat membuat sistem mereka tidak dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama, hingga proses back up selesai. Dan ini membawa kerugian finansial yang cukup besar dari sisi operasi pelanggan.
3. Layanan: Dimana server vendor berada?
Ketika memilih layanan komputasi awan, faktor yang seringnya lupa dipertimbangkan adalah keberadaan server dimana aplikasi tersebut berjalan dan di mana data itu disimpan. Hal ini memiliki dampak signifikan terhadap kecepatan pemrosesan, lag time dan network relay — sehingga akan sangat mempengaruhi pengalaman si pengguna.
Seorang pengguna di Thailand yang meminta akses ke aplikasi yang berada di AS akan dikirimi data dari belahan dunia lain dan mungkin akan mengalami kelambatan dalam mengaksesnya.
Bagi perusahaan, hal ini berakibat pada penurunan efisiensi — atau lebih parah lagi — penjualan. Untuk mendukung pertumbuhan di waktu mendatang, perusahaan harus mencari vendor piranti lunak yang mengandalkan penyedia layanan awan yang handal dan tak terkendala karena kinerja.
4. Harga: Jaminan harga dan fleksibiltas kontrak macam apa yang diberikan vendor?
Komputasi awan menawarkan manfaat dalam menggunakan dan membeli piranti lunak, tetapi hal ini tergantung dari cara berlangganan dan kecepatan inovasi vendor penyedia. Jika aplikasi akan digunakan sebagai bagian kesatuan yang lekat dan penting dari bisnis, pastikan bahwa vendor anda dapat menyediakan jaminan perlindungan harga jangka panjang.
Selain itu, pastikan bahwa sang penyedia memiliki stabilitas dan kredibilitas kondisi perusahaan yang dapat berjalan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
5. Hemat Biaya: Apakah infrastruktur vendor layanan komputasi awan anda mendukung konsep berbagi aplikasi hingga tingkat tertentu?
Konsep penggunaan aplikasi bersama umumnya terkait dengan multi-tenancy, yaitu kemampuan untuk melayani beberapa pelanggan dalam sebuah infrastruktur yang sama.
Hal ini memungkinkan penyedia TI untuk menjalankan infrastruktur yang homogen untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan perangkat keras (dan mungkin juga biaya lisensi), mengurangi biaya operasional secara signifikan, sehingga pelanggan juga akan merasakan manfaatnya. Dan satu hal yang perlu diperhatikan pula, penerapan multi-tenancy harus pula memperhatikan keamanan data sang pengguna.
Multi-layer security yang akan diimplementasikan harus mampu diterapkan di seluruh lapisan dari mulai keamanan secara fisik, network/server/client, aplikasi, data & informasi, dan identitas pengguna.
6. Dukungan: Dukungan dan Keahlian apa saja yang ditawarkan penyedia layanan awan/vendor?
Penyedia TI harus memiliki pengalaman yang cukup dalam mengimplementasikan teknologi awan dan memiliki pengetahuan terkini tentang perkembangan komputasi awan di masa mendatang. Untuk membantu para pengembang dan ISV mensukseskan bisnis dan inisiatif mereka.
Kesimpulan
Komputasi awan menjanjikan banyak hal untuk semua jenis perusahaan dengan menawarkan akses ke berbagai layanan TI — termasuk infrastruktur, piranti lunak, keamanan dan platform kolaborasi — berdasarkan model berlangganan atau pay-per-usage.
Namun demikian, memilih vendor yang tepat untuk mengimplementasikan sebuah sistem, piranti lunak atau layanan awan, dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana aplikasi SaaS dibangun dan ekosistem dimana aplikasi tersebut dibangun.
Untuk mengatasi tantangan dalam pengadopsian komputasi awan, IBM membantu para vendor melalui berbagai kemitraan yang dioptimalkan untuk beban kerja awan serta mendukung mitra di setiap tahap, mulai dari pengembangan hingga penyebaran, meminimalkan resiko migrasi awan mencakup model harga yang fleksibel dan sejajar dengan biaya dan aliran pendapatan.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/13/112043/1789751/398/6-kiat-memilih-vendor-penyedia-komputasi-awan#*#querystring#*#
Komputasi awan dipercaya dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk merespons kebutuhan pasar dengan cepat. Tetapi sebelum memutuskan untuk menggunakan komputasi awan, ada baiknya bagi pelaku bisnis untuk mengetahui lebih lanjut ekosistem di balik komputasi awan itu sendiri.
Komputasi awan lahir sebagai pendekatan utama untuk mengurangi biaya operasi, mengelola kerumitan dan merangsang integrasi organisasi bisnis. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berpaling kepada solusi komputasi awan, para Independent Software Vendor (ISV) dan pengembang aplikasi harus siap untuk menghantarkan lebih banyak solusi di awan.
Lingkungan awan dimana aplikasi dibangun akan berdampak besar terhadap kualitas layanan yang ditawarkan para ISV dan pengembang aplikasi. Jadi, sebelum Anda sebagai pelanggan memasuki perjanjian atau menandatangani kontrak penawaran solusi komputasi SaaS, perusahaan harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Integrasi – Bagaimana vendor menjamin kompatibilitas aplikasi dengan infrastruktur TI yang ada dan bagaimana dengan pengembangannya di waktu mendatang?
Untuk memastikan pemasangan dan ROI yang cepat, vendor harus dapat menunjukkan kemudahan integrasi dengan sistem Anda yang ada saat ini dan solusi-solusi yang mungkin ingin dikembangkan dan dibangun di sistem tersebut di masa mendatang.
Beberapa aspek yang perlu anda cermati adalah: sesuai dengan kebutuhan — agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang berubah-ubah dan dinamis, memperhatikan skalabilitas — untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang dibutuhkan sehingga dapat ditingkatkan dan dinaikan sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan proses upgrade sistem saat ini, dan kompatibel — dengan solusi-solusi lainnya di pasar, misalnya aplikasi lain yang dikembangkan dalam ekosistem awan yang sama yang menawarkan fungsi tambahan dari sistem ysng sedang digunakan saat ini.
2. Kinerja: Kinerja dan Kesepakatan Layanan (SLA) apa yang dapat ditawarkan vendor?
Tergantung dari proses yang terlibat, Anda harus memastikan bahwa aplikasi SaaS yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dalam hal ketersediaan, waktu transaksi, penyimpanan dan kinerja.
Untuk menjamin keamanan, upayakan transparansi dalam situasi dimana mungkin terjadi pelanggaran tingkat keamanan, seperti pemonitoran, pengelolaan operasional dan performa, serta rencana pemulihan bencana (disaster recovery) vendor yang terperinci.
Selain itu, terkait janji transparansi, skalabilitas dan performa, pelanggan harus bertanya: praktek keamanan dan kepatuhan apa yang telah diterapkan untuk menjamin kerahasiaan, integritas dan ketersediaan data.
Hal ini sangant penting. Sebagai contoh, kesalahan prosedur back-up data pada seorang pelanggan dapat membuat sistem mereka tidak dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama, hingga proses back up selesai. Dan ini membawa kerugian finansial yang cukup besar dari sisi operasi pelanggan.
3. Layanan: Dimana server vendor berada?
Ketika memilih layanan komputasi awan, faktor yang seringnya lupa dipertimbangkan adalah keberadaan server dimana aplikasi tersebut berjalan dan di mana data itu disimpan. Hal ini memiliki dampak signifikan terhadap kecepatan pemrosesan, lag time dan network relay — sehingga akan sangat mempengaruhi pengalaman si pengguna.
Seorang pengguna di Thailand yang meminta akses ke aplikasi yang berada di AS akan dikirimi data dari belahan dunia lain dan mungkin akan mengalami kelambatan dalam mengaksesnya.
Bagi perusahaan, hal ini berakibat pada penurunan efisiensi — atau lebih parah lagi — penjualan. Untuk mendukung pertumbuhan di waktu mendatang, perusahaan harus mencari vendor piranti lunak yang mengandalkan penyedia layanan awan yang handal dan tak terkendala karena kinerja.
4. Harga: Jaminan harga dan fleksibiltas kontrak macam apa yang diberikan vendor?
Komputasi awan menawarkan manfaat dalam menggunakan dan membeli piranti lunak, tetapi hal ini tergantung dari cara berlangganan dan kecepatan inovasi vendor penyedia. Jika aplikasi akan digunakan sebagai bagian kesatuan yang lekat dan penting dari bisnis, pastikan bahwa vendor anda dapat menyediakan jaminan perlindungan harga jangka panjang.
Selain itu, pastikan bahwa sang penyedia memiliki stabilitas dan kredibilitas kondisi perusahaan yang dapat berjalan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
5. Hemat Biaya: Apakah infrastruktur vendor layanan komputasi awan anda mendukung konsep berbagi aplikasi hingga tingkat tertentu?
Konsep penggunaan aplikasi bersama umumnya terkait dengan multi-tenancy, yaitu kemampuan untuk melayani beberapa pelanggan dalam sebuah infrastruktur yang sama.
Hal ini memungkinkan penyedia TI untuk menjalankan infrastruktur yang homogen untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan perangkat keras (dan mungkin juga biaya lisensi), mengurangi biaya operasional secara signifikan, sehingga pelanggan juga akan merasakan manfaatnya. Dan satu hal yang perlu diperhatikan pula, penerapan multi-tenancy harus pula memperhatikan keamanan data sang pengguna.
Multi-layer security yang akan diimplementasikan harus mampu diterapkan di seluruh lapisan dari mulai keamanan secara fisik, network/server/client, aplikasi, data & informasi, dan identitas pengguna.
6. Dukungan: Dukungan dan Keahlian apa saja yang ditawarkan penyedia layanan awan/vendor?
Penyedia TI harus memiliki pengalaman yang cukup dalam mengimplementasikan teknologi awan dan memiliki pengetahuan terkini tentang perkembangan komputasi awan di masa mendatang. Untuk membantu para pengembang dan ISV mensukseskan bisnis dan inisiatif mereka.
Kesimpulan
Komputasi awan menjanjikan banyak hal untuk semua jenis perusahaan dengan menawarkan akses ke berbagai layanan TI — termasuk infrastruktur, piranti lunak, keamanan dan platform kolaborasi — berdasarkan model berlangganan atau pay-per-usage.
Namun demikian, memilih vendor yang tepat untuk mengimplementasikan sebuah sistem, piranti lunak atau layanan awan, dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana aplikasi SaaS dibangun dan ekosistem dimana aplikasi tersebut dibangun.
Untuk mengatasi tantangan dalam pengadopsian komputasi awan, IBM membantu para vendor melalui berbagai kemitraan yang dioptimalkan untuk beban kerja awan serta mendukung mitra di setiap tahap, mulai dari pengembangan hingga penyebaran, meminimalkan resiko migrasi awan mencakup model harga yang fleksibel dan sejajar dengan biaya dan aliran pendapatan.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/13/112043/1789751/398/6-kiat-memilih-vendor-penyedia-komputasi-awan#*#querystring#*#
5 Kiat Aman Belanja Online
Aktivitas belanja online kian digemari. Mulai dari blog, situs resmi, forum, hingga akun Facebook kerap jadi media belanja di dunia maya.
Namun awas, Anda harus hati-hati. Lalu-lintas uang yang cukup besar mampu menarik niat jahat penjahat cyber.
Berikut 5 kiat dari perusahaan keamanan Trend Micro agar Anda bisa aman dan menikmati aktivitas belanja online:
1. Bookmark lah situs belanja yang resmi sebagai informasi penting saat ingin mencari barang di dalam situs tersebut. Ini meminimalisir kemungkinan Anda tertipu dengan situs jahat jika mencarinya melalui search engine. Anda bisa mencatat alamat situs resminya dari iklan mereka di media atau informasi terpercaya lainnya
2. Hati-hati dengan kiriman penawaran barang dan diskon besar melalui email. Rata-rata email spam seperti ini membawa link palsu dan attachment yang isinya bisa jadi akan menginfeksi komputer Anda
3. Cek dan verifikasi kembali jika Anda dikirimi penawaran yang tidak masuk akal melalui notifikasi SMS, email, Facebook, atau Twitter, sebelum meng-klik sebuah link promosi. Anda bisa menelepon layanan pelanggan situs belanja tersebut untuk memastikan penawaran atau promosinya sedang berlangsung
4. Periksa ulang kembali untuk halaman pembayarannya. Jika pembayaran melalui pihak ketiga (eBay atau PayPal) pastikan Anda berada pada alamat yang benar, jangan sampai data kartu kredit Anda dicuri dan disalahgunakan.
Ada baiknya pilihlah situs belanja yang menggunakan sistem transfer antar bank atau pembayaran langsung (cash on delivery) dengan debit atau kartu kredit.
5. Jika Anda termasuk penggila belanja, tidak ada salahnya menginstal software keamanan yang bisa memblok aksi para peretas dan menjamin Anda masuk ke dalam situs belanja yang aman.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/11/24/144359/1774853/510/5-kiat-aman-belanja-online/
Namun awas, Anda harus hati-hati. Lalu-lintas uang yang cukup besar mampu menarik niat jahat penjahat cyber.
Berikut 5 kiat dari perusahaan keamanan Trend Micro agar Anda bisa aman dan menikmati aktivitas belanja online:
1. Bookmark lah situs belanja yang resmi sebagai informasi penting saat ingin mencari barang di dalam situs tersebut. Ini meminimalisir kemungkinan Anda tertipu dengan situs jahat jika mencarinya melalui search engine. Anda bisa mencatat alamat situs resminya dari iklan mereka di media atau informasi terpercaya lainnya
2. Hati-hati dengan kiriman penawaran barang dan diskon besar melalui email. Rata-rata email spam seperti ini membawa link palsu dan attachment yang isinya bisa jadi akan menginfeksi komputer Anda
3. Cek dan verifikasi kembali jika Anda dikirimi penawaran yang tidak masuk akal melalui notifikasi SMS, email, Facebook, atau Twitter, sebelum meng-klik sebuah link promosi. Anda bisa menelepon layanan pelanggan situs belanja tersebut untuk memastikan penawaran atau promosinya sedang berlangsung
4. Periksa ulang kembali untuk halaman pembayarannya. Jika pembayaran melalui pihak ketiga (eBay atau PayPal) pastikan Anda berada pada alamat yang benar, jangan sampai data kartu kredit Anda dicuri dan disalahgunakan.
Ada baiknya pilihlah situs belanja yang menggunakan sistem transfer antar bank atau pembayaran langsung (cash on delivery) dengan debit atau kartu kredit.
5. Jika Anda termasuk penggila belanja, tidak ada salahnya menginstal software keamanan yang bisa memblok aksi para peretas dan menjamin Anda masuk ke dalam situs belanja yang aman.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/11/24/144359/1774853/510/5-kiat-aman-belanja-online/
3 Kiat Mengelola Serbuan ‘Big Data’
Baru-baru ini Forrester melaporkan bahwa dalam 20 sampai 25 tahun terakhir, perusahaan-perusahaan hanya bakal menggunakan 5% dari data mereka, sehingga melewatkan peluang untuk mendiferensiasikan diri mereka dengan kekayaan intelijen yang dapat disediakan oleh data perusahaan mereka.
Mendukung penemuan ini, Mckinsey’s Global Institute juga melaporkan di tahun 2011 bahwa penggunaan big data akan menjadi strategi kunci untuk memimpin perusahaan mengalahkan saingan mereka. Sebagai contoh, para peritel yang memanfaatkan analisa big data telah melaporkan peningkatan di marjin operasional sampai dengan 60%.
Ya, itulah plus minus big data alias memiliki banyak kumpulan data terkait alur bisnis dan operasional perusahaan. Big data bisa menjadi hal positif jika perusahaan dapat memanfaatkan data tersebut sebagai nilai tambah.
Di sisi lain, big data malah akan menjadi beban bagi perusahaan yang cuma menyimpan data-data tersebut tanpa tahu harus diapakan.
Hal ini kian menegaskan peran business analytics sebagai keuntungan strategis bagi perusahaan di segala bidang — mulai dari layanan keuangan, pemerintahan dan layanan masyarakat sampai dengan produk konsumer yang memiliki pergerakan cepat.
Dari pihak industri, para vendor pun sejatinya telah dan akan terus menawarkan solusi-solusi baru untuk mengelola big data dengan efisien. Namun dengan begitu banyaknya solusi yang tersedia, bagaimana Anda yakin yang mana yang terbaik untuk perusahaan Anda?
Steven Law, NetApp Country Manager untuk Indonesia dan Filipina, memberikan tips dan triknya agar perusahaan dapat memulai dengan tepat pengelolaan Big Data mereka.
1. Perjelas kebutuhan Anda
Sekarang ini perusahaan memiliki jumlah data yang sangat besar yang harus diurus, dan penting bagi mereka untuk mengetahui berapa banyak dan apa tipe data yang dihasilkan.
Pemahaman tersebut akan memandu Anda untuk memutuskan solusi yang paling tepat dan hemat yang dapat membantu mengelola data Anda secara efisien, dan menggali intelijen yang dapat diambil untuk bisnis Anda.
Sebagai contoh, perusahaan yang menjalankan sistem High Performance Computing (HPC) cenderung memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk akses data dan storage. Kecepatan dan ketangkasan dari supercomputer ini memerlukan sistem storage yang sama fleksibel dan efisiennya untuk mendukung arus data yang dihasilkan.
Jika perusahaan beroperasi dengan bandwidth yang tinggi dan memerlukan hasil yang cepat, Anda harus mencari sistem paralleling filing seperti Lustre. Sistem-sistem ini menyediakan skalabilitas untuk kebutuhan sekarang dan yang akan datang sekaligus mengoptimalkan konfigurasi storage untuk performa yang lebih kuat.
2. Mengimplementasi tools manajemen yang tepat
Setelah mengadopsi solusi, maka penting untuk memastikan bahwa penyedia storage Anda menawarkan tools manajemen yang tepat. Memiliki solusi yang bersifat open source dapat memfasilitasi integrasi infrastruktur TI dan tools manajemen yang baru dan yang sebelumnya.
“Hadoop adalah contoh salah satu solusi seperti itu. Diciptakan untuk memenuhi tantangan big data, framework programming berbasis Java ini mendukung proses dataset yang besar di lingkungan komputasi yang terdistribusi,” jelas Stephen, dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (27/12/2011).
Solusi-solusi open source untuk Hadoop memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan sistem server dan database mereka yang ada untuk menganalisis dataset berukuran besar.
Dengan teknologi yang baru, pengurangan biaya ini belum tentu akan meningkatkan fleksibilitas dan performa. Fungsi open source Hadoop mengakselerasi adopsi apliklasi analitis untuk meningkatkan business intelligence.
3. Berpikir ke depan
Big Data sudah dipastikan terus tumbuh, ukuran Petabyte sebentar lagi akan tergantikan dengan Zetabyte. Oleh karena itu, adalah penting untuk memiliki infrastruktur yang scalable agar perusahaan siap untuk memenuhi kebutuhan mendatang. Memiliki arsitektur TI yang komprehensif untuk instalasi data center yang mudah memberikan kemampuan untuk ekspansi di masa depan.
“Selain solusi on premise storage dan processing, perusahaan juga perlu mempertimbangkan memindahkan Big Data ke cloud. Dengan menitikberatkan pada kemampuan otomasi secure multi-tenancy, banyak perusahaan yang lebih besar perlu mempertimbangkan mengintegrasikan solusi Big Data mereka dengan cloud untuk meminimalisasikan biaya dan memacu konsolidasi,” lanjut Stephen.
Big data membawa kekayaan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis. Agar hal tersebut dapat terwujud, perusahaan perlu untuk mengimplementasikan solusi data storage dan processing yang tepat.
“Dengan solusi yang tepat untuk mengelola data, maka waktu dapat dihabiskan dengan lebih efisien untuk melakukan analisa atas data yang akan menghasilkan keuntungan bisnis,” Stephen menandaskan.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/27/175457/1800739/510/3-kiat-mengelola-serbuan-big-data/
Mendukung penemuan ini, Mckinsey’s Global Institute juga melaporkan di tahun 2011 bahwa penggunaan big data akan menjadi strategi kunci untuk memimpin perusahaan mengalahkan saingan mereka. Sebagai contoh, para peritel yang memanfaatkan analisa big data telah melaporkan peningkatan di marjin operasional sampai dengan 60%.
Ya, itulah plus minus big data alias memiliki banyak kumpulan data terkait alur bisnis dan operasional perusahaan. Big data bisa menjadi hal positif jika perusahaan dapat memanfaatkan data tersebut sebagai nilai tambah.
Di sisi lain, big data malah akan menjadi beban bagi perusahaan yang cuma menyimpan data-data tersebut tanpa tahu harus diapakan.
Hal ini kian menegaskan peran business analytics sebagai keuntungan strategis bagi perusahaan di segala bidang — mulai dari layanan keuangan, pemerintahan dan layanan masyarakat sampai dengan produk konsumer yang memiliki pergerakan cepat.
Dari pihak industri, para vendor pun sejatinya telah dan akan terus menawarkan solusi-solusi baru untuk mengelola big data dengan efisien. Namun dengan begitu banyaknya solusi yang tersedia, bagaimana Anda yakin yang mana yang terbaik untuk perusahaan Anda?
Steven Law, NetApp Country Manager untuk Indonesia dan Filipina, memberikan tips dan triknya agar perusahaan dapat memulai dengan tepat pengelolaan Big Data mereka.
1. Perjelas kebutuhan Anda
Sekarang ini perusahaan memiliki jumlah data yang sangat besar yang harus diurus, dan penting bagi mereka untuk mengetahui berapa banyak dan apa tipe data yang dihasilkan.
Pemahaman tersebut akan memandu Anda untuk memutuskan solusi yang paling tepat dan hemat yang dapat membantu mengelola data Anda secara efisien, dan menggali intelijen yang dapat diambil untuk bisnis Anda.
Sebagai contoh, perusahaan yang menjalankan sistem High Performance Computing (HPC) cenderung memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk akses data dan storage. Kecepatan dan ketangkasan dari supercomputer ini memerlukan sistem storage yang sama fleksibel dan efisiennya untuk mendukung arus data yang dihasilkan.
Jika perusahaan beroperasi dengan bandwidth yang tinggi dan memerlukan hasil yang cepat, Anda harus mencari sistem paralleling filing seperti Lustre. Sistem-sistem ini menyediakan skalabilitas untuk kebutuhan sekarang dan yang akan datang sekaligus mengoptimalkan konfigurasi storage untuk performa yang lebih kuat.
2. Mengimplementasi tools manajemen yang tepat
Setelah mengadopsi solusi, maka penting untuk memastikan bahwa penyedia storage Anda menawarkan tools manajemen yang tepat. Memiliki solusi yang bersifat open source dapat memfasilitasi integrasi infrastruktur TI dan tools manajemen yang baru dan yang sebelumnya.
“Hadoop adalah contoh salah satu solusi seperti itu. Diciptakan untuk memenuhi tantangan big data, framework programming berbasis Java ini mendukung proses dataset yang besar di lingkungan komputasi yang terdistribusi,” jelas Stephen, dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (27/12/2011).
Solusi-solusi open source untuk Hadoop memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan sistem server dan database mereka yang ada untuk menganalisis dataset berukuran besar.
Dengan teknologi yang baru, pengurangan biaya ini belum tentu akan meningkatkan fleksibilitas dan performa. Fungsi open source Hadoop mengakselerasi adopsi apliklasi analitis untuk meningkatkan business intelligence.
3. Berpikir ke depan
Big Data sudah dipastikan terus tumbuh, ukuran Petabyte sebentar lagi akan tergantikan dengan Zetabyte. Oleh karena itu, adalah penting untuk memiliki infrastruktur yang scalable agar perusahaan siap untuk memenuhi kebutuhan mendatang. Memiliki arsitektur TI yang komprehensif untuk instalasi data center yang mudah memberikan kemampuan untuk ekspansi di masa depan.
“Selain solusi on premise storage dan processing, perusahaan juga perlu mempertimbangkan memindahkan Big Data ke cloud. Dengan menitikberatkan pada kemampuan otomasi secure multi-tenancy, banyak perusahaan yang lebih besar perlu mempertimbangkan mengintegrasikan solusi Big Data mereka dengan cloud untuk meminimalisasikan biaya dan memacu konsolidasi,” lanjut Stephen.
Big data membawa kekayaan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis. Agar hal tersebut dapat terwujud, perusahaan perlu untuk mengimplementasikan solusi data storage dan processing yang tepat.
“Dengan solusi yang tepat untuk mengelola data, maka waktu dapat dihabiskan dengan lebih efisien untuk melakukan analisa atas data yang akan menghasilkan keuntungan bisnis,” Stephen menandaskan.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/27/175457/1800739/510/3-kiat-mengelola-serbuan-big-data/
Langganan:
Postingan (Atom)