Senin, 28 Januari 2013
gunung ciremai
Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon,Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.
Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai(TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.
Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan,Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.
Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).
Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.
biografi soe hok gie
Soe Hok Gie (lahir di Djakarta, 17 Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang aktivis Indonesia danmahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.
Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).
Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.
Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas,Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judulOrang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).
Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswaangkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.
Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
gunung rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok.
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.
www.info2lombok.com
legenda gunung semeru
Legenda Gunung semeru
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.
Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewata, Hyang, dan mahluk halus.
Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru
gunung semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
Perjalanan
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolomasih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibisliar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asapwedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/semeru
puisi alam
Taruh puncak itu di depan kita, dan
jangan lepaskan!
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh,
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.
.....................................................
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh,
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.
.....................................................
(Dikutip dari Novel "5
cm")
Yang mencintai udara jernih
Yang
mencintai terbang burung-burung
Yang
mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang
mencintai bumi
Mereka
mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka
tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi
Kembali
ke pangkuan bintang-bintang
Sementara
bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara
sapu tangan menahan tangis
Sementara
Desember menabur gerimis
--24
Desember 1969--
Sanento
Yuliman
alamku
MENGAPA AKU
MENCITAI ALAM “KAWANKU’’ ?
Puncak - puncakgunung yang
sunyisepertimengawetkansegalakemurniandunia yang
sudahhilangditelanambisidankeinginandunia di bawahsana. Di tengah -
tengahkeheningandan aroma kemurnianini, akumerasabumi di bawahtelahbegitulusuh,
sumpek.Kadang - kadangakuberpikirrumahkusesungguhnyaada di sini, di
setiappuncakgunung - gunung.Sebab, di puncak -
puncakitulahakumerasakanakrabdengansemualingkungan di
sekitarku.Akusulitmengakrabikota - kotabesar, apalagimetropolitansepertiJakarta.
Hampirsemua yang kutemuiadalahpalsu – air mancurbuatan, bungapalsu di vas
bungamejakantor, lukisan - lukisanpemandangan, senyumdibuat - buatparaSPG
di mall - mall, toko - toko, keramahansemu di jalan - jalan, menjual agama
danmengatasnamakanAllah demi kekuasaan….
Orang di kotakebanyakantakmengertikenapaada orang - orang yang begitumenyukaigunung - gunung yang sepi, jauhdarigemerlapdankeceriaan. Tetapisesungguhnyasituasi di alambukanlahkesepian, melainkankeheningan. Orang - orang kotabesarmudahmerasakesepian, namun di kotabesar orang susahmerasakankeheningan. Keheninganmemilikidaya yang unikdanasli, yang hakiki.Keheningantidakmengisolasikitadarikeberadaandirikita, tetapimendekatkaneksistensikitadenganhakikatsegalasesuatu.Kita menjadidekatdengandirikitasendiri. Di keramaiankota, kitamengasingkandirikitasendiri…dalamkeheningan, selalutumbuhkesadaran :
Kita sebenarnyaadalahsungai - sungaikecil yang membawalentera - lenterakecil yang memancarkanserpihancahaya di antarabebatuandanpepohonan, yang menyusup di sela - selaawan nan tinggi; cahayaitukadangmenyurutredup di dekapkabut, yang bermain di kelopakmatakita, yang terlaluseringmengantukdihembusanginmalam, yang dingin, yang mencekamdan yang menusukpori - porikulitkita, yang taklagimurni. Tubuhkitaadalahcermin yang terlanjutkusamolehdebuduniadanterlalu lama sudahwajahkitainikitatutupdengantopeng yang tersenyumselalu.
Tanyakanpadanurani, sebabkuyakinnuraniakanberkatajujurkarenaiatakpernahberbohongsejakiadiciptakan. Pandanglahdenganseksamamanusiakota yang kitasebutberadabitu. Merekaseringberbohong demi ambisipribadi, menipunurani.Nuranidisingkirkan di suduthati, daniahanyabisamenangismelihatkitaberenangbersamakebohongan.
Tapialam, denganpantai, ombak, gunung, kabut, angin, embun, hujandanhutanmengajarikukejujurandankesederhanaan.Iamentertawakanmanusia. Manusiabegiturapuhberhadapandengandirinyasendiri.Kita, paramanusia, seringmengingkariikrarkehidupan yang dulukitabuatbersamasemesta.IkrarkitaadalahmenjadiwakilTuhan.Kita adalahsemestakecil yang menampungsemestabesar.Semestakecilinibukanhanyatubuhdanpikiran, tetapijugaruhdanjiwarohani.Tapikitaabai, kitatakseriusdenganikrarkita, sementaraTuhansungguh - sungguhseriusdenganikrar - Nya.Betapaseringkitaingkardantakpatuh.
Akukadangsedihdanmalusebabternyata “kepatuhanTuhankepadamanusiajauhlebihbesarketimbangkepatuhankitakepada-Nya.”Bagaimanatidak, Tuhantelahberjanjiuntukmenyayangimanusia.Kita dulujugaberjanjiuntukmematuhi-Nya.Lihatlah, walaubanyaktindakankeingkaransepertikekejamandankekejian yang terkadangmembuatkitahampir - hampirtakpercayabahwamanusiabisabegitukejam, tetapiTuhantetappatuh.Diatetapmengirimkanhujanpadamusimnya; Diaselalumenyegarkankembaliudarahinggakitatetapbisabernafas; Diatetapmemerintahkanmentaridanrembulanmenjalankanrutinitasnya; Diatakmengeringkan air; Diatakcabut rasa kenikmatansaatmanusiaberhubunganseksualkendatiitudilakukan di luaraturan yang ditetapkan-Nya.
JadiTuhanbegitupatuhkepadakita.Diamenjagakita.Tapikitasukaceroboh, iseng, dankurangajar. Kita kacaukanudarakita ;kitarusakalamkita; kitasalahgunakankenikmatan; kitabikinalam yang dipeliharabaik-baikolehTuhanmenjadimenderita. Tetapi, alamitupunyabataskesabarannyasendiri.Ketikahutangunungkitaperas, alammarah.Merekabersatudengan air untukmenciptakanbanjir.Tapikitatakpernahmausadarjuga.
Tetapirupanyamanusialebihsukamemuaskannafsusesaatnyaketimbangmenciptakanharmonisemestakecildansemestabesar.
Jadikalausajakitamauhidupsederhanasaja, barangkalipetakatakkansedemikiandahsyat. keserakahan yang membuatbanyakhewanpunah, hutan di habis, tanahtandus, danozonbolong, AIDSmuncul, pemanasan global .. ahapalagipetaka yang menunggu di depanmataakibatkeserakahankita. Ya Allah, betapabanyakkearifan yang dibutuhkan di bumi yang makinmuramini.
Alam yang indahdantenanginisesungguhnyabanyakmengajarkanrahasiabagaimanamanusiamembangundirinyamenjadisosok yang berpribadimulia: tenang, heningdantegarsepertigunung, ramahsepertikicauburung, bergelorasepertiombaklautdanbadai, sabarsepertitanahbumi, penuhkesadarandanistiqamahsepertimatahari, lembutseperticahayabulan, dandermawansepertiudara. Makaakumestimenyatudenganalam, seperti kata Walt Whitman:
Now I see the secret of the making of the best person
It is to grow in the open air
And to eat and sleep with the earth.
Padaakhirnya, kawan, jikakauinginmendakigunung, ingatlah kata - kata bijak sang pendakipertama yang menjangkauatapdunia: It is not the mountain we conquer, but ourselves
Orang di kotakebanyakantakmengertikenapaada orang - orang yang begitumenyukaigunung - gunung yang sepi, jauhdarigemerlapdankeceriaan. Tetapisesungguhnyasituasi di alambukanlahkesepian, melainkankeheningan. Orang - orang kotabesarmudahmerasakesepian, namun di kotabesar orang susahmerasakankeheningan. Keheninganmemilikidaya yang unikdanasli, yang hakiki.Keheningantidakmengisolasikitadarikeberadaandirikita, tetapimendekatkaneksistensikitadenganhakikatsegalasesuatu.Kita menjadidekatdengandirikitasendiri. Di keramaiankota, kitamengasingkandirikitasendiri…dalamkeheningan, selalutumbuhkesadaran :
Kita sebenarnyaadalahsungai - sungaikecil yang membawalentera - lenterakecil yang memancarkanserpihancahaya di antarabebatuandanpepohonan, yang menyusup di sela - selaawan nan tinggi; cahayaitukadangmenyurutredup di dekapkabut, yang bermain di kelopakmatakita, yang terlaluseringmengantukdihembusanginmalam, yang dingin, yang mencekamdan yang menusukpori - porikulitkita, yang taklagimurni. Tubuhkitaadalahcermin yang terlanjutkusamolehdebuduniadanterlalu lama sudahwajahkitainikitatutupdengantopeng yang tersenyumselalu.
Tanyakanpadanurani, sebabkuyakinnuraniakanberkatajujurkarenaiatakpernahberbohongsejakiadiciptakan. Pandanglahdenganseksamamanusiakota yang kitasebutberadabitu. Merekaseringberbohong demi ambisipribadi, menipunurani.Nuranidisingkirkan di suduthati, daniahanyabisamenangismelihatkitaberenangbersamakebohongan.
Tapialam, denganpantai, ombak, gunung, kabut, angin, embun, hujandanhutanmengajarikukejujurandankesederhanaan.Iamentertawakanmanusia. Manusiabegiturapuhberhadapandengandirinyasendiri.Kita, paramanusia, seringmengingkariikrarkehidupan yang dulukitabuatbersamasemesta.IkrarkitaadalahmenjadiwakilTuhan.Kita adalahsemestakecil yang menampungsemestabesar.Semestakecilinibukanhanyatubuhdanpikiran, tetapijugaruhdanjiwarohani.Tapikitaabai, kitatakseriusdenganikrarkita, sementaraTuhansungguh - sungguhseriusdenganikrar - Nya.Betapaseringkitaingkardantakpatuh.
Akukadangsedihdanmalusebabternyata “kepatuhanTuhankepadamanusiajauhlebihbesarketimbangkepatuhankitakepada-Nya.”Bagaimanatidak, Tuhantelahberjanjiuntukmenyayangimanusia.Kita dulujugaberjanjiuntukmematuhi-Nya.Lihatlah, walaubanyaktindakankeingkaransepertikekejamandankekejian yang terkadangmembuatkitahampir - hampirtakpercayabahwamanusiabisabegitukejam, tetapiTuhantetappatuh.Diatetapmengirimkanhujanpadamusimnya; Diaselalumenyegarkankembaliudarahinggakitatetapbisabernafas; Diatetapmemerintahkanmentaridanrembulanmenjalankanrutinitasnya; Diatakmengeringkan air; Diatakcabut rasa kenikmatansaatmanusiaberhubunganseksualkendatiitudilakukan di luaraturan yang ditetapkan-Nya.
JadiTuhanbegitupatuhkepadakita.Diamenjagakita.Tapikitasukaceroboh, iseng, dankurangajar. Kita kacaukanudarakita ;kitarusakalamkita; kitasalahgunakankenikmatan; kitabikinalam yang dipeliharabaik-baikolehTuhanmenjadimenderita. Tetapi, alamitupunyabataskesabarannyasendiri.Ketikahutangunungkitaperas, alammarah.Merekabersatudengan air untukmenciptakanbanjir.Tapikitatakpernahmausadarjuga.
Tetapirupanyamanusialebihsukamemuaskannafsusesaatnyaketimbangmenciptakanharmonisemestakecildansemestabesar.
Jadikalausajakitamauhidupsederhanasaja, barangkalipetakatakkansedemikiandahsyat. keserakahan yang membuatbanyakhewanpunah, hutan di habis, tanahtandus, danozonbolong, AIDSmuncul, pemanasan global .. ahapalagipetaka yang menunggu di depanmataakibatkeserakahankita. Ya Allah, betapabanyakkearifan yang dibutuhkan di bumi yang makinmuramini.
Alam yang indahdantenanginisesungguhnyabanyakmengajarkanrahasiabagaimanamanusiamembangundirinyamenjadisosok yang berpribadimulia: tenang, heningdantegarsepertigunung, ramahsepertikicauburung, bergelorasepertiombaklautdanbadai, sabarsepertitanahbumi, penuhkesadarandanistiqamahsepertimatahari, lembutseperticahayabulan, dandermawansepertiudara. Makaakumestimenyatudenganalam, seperti kata Walt Whitman:
Now I see the secret of the making of the best person
It is to grow in the open air
And to eat and sleep with the earth.
Padaakhirnya, kawan, jikakauinginmendakigunung, ingatlah kata - kata bijak sang pendakipertama yang menjangkauatapdunia: It is not the mountain we conquer, but ourselves
biografi soe hok gie
Soe
Hok Gie terkenal dengan kata kata dan puisi
yang sangat dalam. Bisa kita lihat dari kumpulan puisi dan kata yang ia
rangkai, tidak hanya mengkritik pemerintah, tapi juga tentang percintaan dan
cara ia memandang hidup. Berikut ini kutipan kata kata bijak yang cukup
terkenal dari Soe Hok Gie :
Kata Bijak Pendaki dari Soe Hok Gie
Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan
bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme
tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan - slogan. Seseorang hanya
dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan
mencintai tanah air Indonesia
dapat ditumbuhkan dengan mengenal. Indonesia bersama
rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus
berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itu Kami naik gunung.
Pertanyaan
pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya
adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin
mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena
ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
Kumpulan Kata Kata Bijak Soe Hok Gie
Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor.
Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari
diri lagi, maka terjunlah.
Guru
yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu
benar, dan murid bukan kerbau.
Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan
tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu.
Bahagialah mereka yang mati muda.
Saya
memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik
diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah,
agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”.
Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang
manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi
hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang
manusia.
Saya
ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang
mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas
prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai
kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas
dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa.
Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan,
ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari
sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh
tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
Sejarah
dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada?
Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap
kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
Kita
seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani
menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
Kata Bijak Soe Hok Gie
Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik
daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan
kekurangan-kekurangan kita.
Potonglah
kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan
padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
To be a human is to be destroyed.
Saya
tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan
kesalahan adalah kejahatan.
I’m
not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya
kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
Bagiku
ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai,
dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolis malam ini.
Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan
warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah
kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri
saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di
jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin
memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada
semua-muanya.
Tak
ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun.
Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia
yang lebih baik.
KAMI MENDAKI GUNUNG ,KARENA KAMI MENGHARGAI HIDUP
KAMI
MENDAKI GUNUNG ,KARENA KAMI MENGHARGAI HIDUP
Sedikit sekali orang yang bisa
memahami keadaan seseorang atau keadaan sekitarnya, jika ia tidak terjun
langsung atau mengalami apa yang dirasakan seseorang dalam kehidupannya.
Pencinta Alam atau biasa disebut
PA, itulah yang pertama kali orang katakan saat melihat sekelompok orang –
orang ini. Dengan ransel serat beban, topi rimba, baju lapangan, dan sepatu
gunung yang dekil bercampur lumpur, membuat mereka kelihatan gagah. Hanya
sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman,
sementara mayoritas lainnya lebih banyak menyumbangkan cibiran, bingung, malah
bukan mustahil kata sinis yang keluar dari mulut mereka, sambil berkata dalam
hatinya, “Ngapain cape – cape naik Gunung. Nyampe ke puncak, turun lagi…mana di
sana dingin lagi, hi…!!!!!!!”
Tapi tengoklah ketika mereka
memberanikan diri bersatu dengan alam dan dididik oleh alam. Mandiri, rasa
percaya diri yang penuh, kuat dan mantap mengalir dalam jiwa mereka. Adrenaline
yang normal seketika menjadi naik hanya untuk menjawab golongan mayoritas yang
tak henti – hentinya mencibir mereka. Dan begitu segalanya terjadi, tak ada
lagi yang bisa berkata bahwa mereka adalah pembual !!!!!
Peduli pada alam membuat
siapapun akan lebih peduli pada saudaranya, tetangganya, bahkan musuhnya
sendiri. Menghargai dan meyakini kebesaran Tuhan, menyayangi sesama dan percaya
pada diri sendiri, itulah kunci yang dimiliki oleh orang – orang yang kerap
disebut petualang ini. Mendaki gunung bukan berarti menaklukan alam, tapi lebih
utama adalah menaklukan diri sendiri dari keegoisan pribadi. Mendaki gunung
adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama.
Dan menjadi salah satu dari
mereka bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi pandangan masyarakat yang
berpikiran negative terhadap dampak dari kegiatan ini. Apalagi mereka sudah
menyinggung soal kematian yang memang tampaknya lebih dekat pada orang – orang
yang terjun di alam bebas ini. “Mati muda yang sia – sia.” Begitu komentar mereka
saat mendengar atau membaca anak muda yang tewas di gunung. Padahal soal hidup
dan mati, di gunung hanyalah satu dari sekian alternative dari suratan takdir.
Tidak di gunung pun, kalau mau mati ya matilah…!!! Kalau selamanya kita harus
takut pada kematian, mungkin kita tidak akan mengenal Columbus penemu Benua
Amerika.
Di gunung, di ketinggian kaki
berpijak, di sanalah tempat yang paling damai dan abadi. Dekat dengan Tuhan dan
keyakinan diri yang kuat. Saat kaki menginjak ketinggian, tanpa sadar kita hanya
bisa berucap bahwa alam memang telah menjawab kebesaran Tuhan. Di sanalah
pembuktian diri dari suatu pribadi yang egois dan manja, menjadi seorang yang
mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Rasa takut, cemas, gusar,
gundah, dan homesick memang ada, tapi itu dihadapkan pada kokohnya sebuah
gunung yang tak mengenal apa itu rasa yang menghinggapi seorang anak manusia.
Gunung itu memang curam, tapi ia lembut. Gunung itu memang terjal, tapi ia
ramah dengan membiarkan tubuhnya diinjak – injak. Ada banyak luka di tangan,
ada kelelahan di kaki, ada rasa haus yang menggayut di kerongkongan, ada
tanjakan yang seperti tak ada habis – habisnya. Namun semuanya itu menjadi tak
sepadan dan tak ada artinya sama sekali saat kaki menginjak ketinggian. Puncak
gunung menjadi puncak dari segala puncak. Puncak rasa cemas, puncak kelelahan,
dan puncak rasa haus, tapi kemudian semua rasa itu lenyap bersama tirisnya
angin pegunungan.
Lukisan kehidupan pagi Sang Maha
Pencipta di puncak gunung tidak bisa diucapkan oleh kata – kata. Semuanya cuma
tertoreh dalam jiwa, dalam hati. Usai menikmati sebuah perjuangan untuk
mengalahkan diri sendiri sekaligus menumbuhkan percaya diri, rasanya sedikit
mengangkat dagu masih sah – sah saja. Hanya jangan terus – terusan mengangkat
dagu, karena walau bagaimanapun, gunung itu masih tetap kokoh di tempatnya.
Tetap menjadi paku bumi, bersahaja, dan gagah. Sementara manusia akan kembali
ke urat akar di mana dia hidup.
Ya, menghargai hidup adalah
salah satu hasil yang diperoleh dalam mendaki gunung. Betapa hidup itu mahal.
Betapa hidup itu ternyata terdiri dari berbagai pilihan, di mana kita harus
mampu memilihnya meski dalam kondisi terdesak. Satu kali mendaki, satu kali
pula kita menghargai hidup. Dua kali mendaki, dua kali kita mampu menghargai
hidup. Tiga kali, empat kali, ratusan bahkan ribuan kali kita mendaki, maka
sejumlah itu pula kita menghargai hidup.
Hanya seorang yang bergelut
dengan alamlah yang mengerti dan paham, bagaimana rasanya mengendalikan diri
dalam ketertekanan mental dan fisik, juga bagaimana alam berubah menjadi
seorang bunda yang tidak henti – hentinya memberikan rasa kasih sayangnya.
Kalau golongan mayoritas masih
terus saja berpendapat minor soal kegiatan mereka, maka biarkan sajalah. Karena
siapapun orangnya yang berpendapat bahwa kegiatan ini hanya mengantarkan nyawa
saja, bahwa kegiatan ini hanya sia – sia belaka, tidak ada yang menaifkan hal
ini. Mereka cuma tak paham bahwa ada satu cara di mana mereka tidak bisa
merasakan seperti yang dirasakan oleh para petualang ini, yaitu kemenangan saat
kaki tiba pada ketinggian. Coba deh….!!!!!!!!
TIPS UNTUK PENDAKI PEMULA
TIPS UNTUK PENDAKI PEMULA
Berikut tips mendaki
gunung:
Pilih Barang yang Dapat
Berfungsi Ganda
Dalam memilih barang yang akan
dibawa pergi mendaki gunung selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda,
tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda
bawa. Contoh : Nesting (tempat memasak untuk tentara), bisa digunakan untuk
memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat mendaki. Alumunium
foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan
nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di ransel.
Matras

Kantung Plastik
Selalu siapkan kantung plastik/ trash
bag di dalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk
tempat sampah yang harus anda bawa turun gunung, baju basah dan lain
sebagainya. Dapat juga berfungsi untuk lapisan anti air bagi ransel. Atau dapat
juga dimanfaatkan sebagai jas hujan saat darurat.
Gunakan selalu kantung plastik
untuk mengorganisir barang-barang di dalam ransel anda (dapat dikelompokkan
masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika
sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
Menyimpan Pakaian
Jika anda meragukan ransel yang
anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung
plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab.
Sebaiknya pakaian kotor
dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih
Menyimpan Makanan
Sebaiknya makanan dikelompokkan
sesuai ketahanan/ awetnya makanan disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu
tahan lama, sebaiknya dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai
perlakuan khusus. Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam
penyajian. Untuk makanan kaleng ada baiknya tidak terlalu banyak, karena selain
berat kita juga harus membawa turun lagi kalengnya setelah dikonsumsi, karena
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.
Menyimpan Korek Api
Batangan
Simpan korek api batangan anda
di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.
Packing Barang /
Menyusun Barang Di Ransel

Obat- obatan
Ada kalanya penting juga untuk
membawa obat-obatan P3K, atau obat-obat pribadi dalam kantung atau tempat yang
mudah terjangkau, karena jika kita mengalami keadaan yang darurat obat itu
mudah untuk ditemukan semua orang.
Minuman beralkohol
Sebaiknya tidak dibawa. Sering
kali orang ditempat dingin membutuhkan minuman yang hangat, akan tetapi minuman
beralkohol bukan pilihan yang tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat
memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai
dalam tubuh.
Mendaki
Ada baiknya sebelum memulai
pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting
lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan
sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat
dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan
paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan
anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting
mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan,
sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada
persiapan sebelumnya.
Cahaya / Lampu
Benda ini sifatnya sangat vital,
tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada baiknya kita membawa cadangan sumber
cahaya di gunung. Bisa memakai senter ataupun penerangan konvensional semacam
lilin ataupun lampu minyak. Hal ini dapat dipilih berdasarkan murah dan
gampangnya bahan bakarnya didapatkan. Hal lain yang musti menjadi perhatian
adalah, jika mengunakan penerangan berupa api harus mewaspadai keamanan dan
tempatnya karena akan jadi mimpi buruk jika kita tidak berhati-hati dalam
menjaganya. Sediakan pula dop dan baterai cadangan dan simpan di tempat yang
mudah dijangkau, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu dapat segera ditemukan.
Ada baiknya baterai bekas di bawa turun lagi, agar tidak menyebabkan polusi.
Jas Hujan
Perlengkapan satu ini mutlak
dibawa walaupun tidak musim hujan, karena perlengkapan ini mempunyai banyak
fungsi di gunung. Selain dipakai saat hujan tiba, jas hujan dapat juga
digunakan sebagai tenda darurat (bivoak), alas tidur darurat, atap darurat,
selimut darurat, juga bisa dipakai sebagai unsur penting tandu darurat.
Minggu, 27 Januari 2013
kode etik pencinta alam
Kode
Etik Pecinta Alam Se-Indonesia
1. Pecinta alam indonesia sadar bahwa
alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pecinta alam indonesia bagian dari masyarakat indonesia sadar akan tanggung jawab kami terhadap Tuhan , Bangsa dan Tanah Air.
3. Pecinta alam indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pecinta alam indonesia bagian dari masyarakat indonesia sadar akan tanggung jawab kami terhadap Tuhan , Bangsa dan Tanah Air.
3. Pecinta alam indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
2. Sesuai dengan kesadaran dan hakekat
di atas kami menyatakan:
1. Mengabdi kepada tuhan yang maha esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta mempergunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhan.
3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
4. Menghormati tata tertib /kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dengan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian kepada tuhan , bangsa dan tanah air.
7. Selesai.
Di sahkan bersama dalam Gladien IV
di ujung pandang
Tahun 1974
1. Mengabdi kepada tuhan yang maha esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta mempergunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhan.
3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
4. Menghormati tata tertib /kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dengan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian kepada tuhan , bangsa dan tanah air.
7. Selesai.
Di sahkan bersama dalam Gladien IV
di ujung pandang
Tahun 1974
cara mengetahui ketinggian suatu tempat
Cara
Mengetahui Ketinggian Suatu Tempat
Kadangkala kita dihadapkan pada
kondisi dimana kita harus dapat menentukan ketinggian suatu tempat,akan tetapi
kita tidak mempunyai alat untuk menentukan ketinggian(altimeter), hal itu dapat
diatasi dengan cara :
-Lihat terlebih dahulu interval peta, lalu hitung ketinggian tempat yang ingin kita ketahui, memang ada rumusan umum interval kontur= 1/2000 skala peta. tetapim rumus ini tidak selalu benar, beberapa peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung aslinya berskala 1:50.000 (interval kontur 25 m), tetapi kemudian diperbesar menjadi berskala 1:25.000 dengan interval kontur tetap 25 meter.
Pada suatu kondisi tertentu yang mendesak, misalnya SAR gunung hutan, sering kali peta diperbanyak dengan cara di foto kopi. Untuk itu, interval kontur peta tersebut harus tetap ditulis. Peta keluaran Bakosurtanal (1:50.000) membuat kontur tebal untuk setiap kelipatan 250 meter, atau setiap selang 10 kontur. Seri peta keluaran AMS (skala 1:50.000) membuat garis kontur tebal untuk setiap kelipatan 100 meter. peta keluaran Direktorat Geologi Bandung tidak seragam ketentuan ketebalan garis konturnya. Dengan demikian tidak ada ketentuan khusus dan seragam untuk penentuan garis kontur tebal.
Bila ketinggian kontur tidak dicantumkan, maka kita harus menghitung ketinggian suatu tempat dengan cara :
1. Cari 2 titik berdekatan yang harganya tercantum
2. Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. Hitung berapa kontur yang terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah).
3. Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat, dapat dihitung berapa interval konturnya (harus merupakan bilangan bulat).
4. Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik, maka harga kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. bila kontur terletak dibagian bawah, harganya lebih kecil). Hitung harga kontuir terdekat itu yang harus merupakan kelipatan dari harga interval kontur yang telah diketahui dari no 3. lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin harga yang didapat untuk setiap kontur benar. Cantumkan harga beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya.
Titik Triangulasi
Selain dari garis kontur, Kita dapat dapat mengetahui tinggi suatu tempat dengan bantuan titk ketinggian. Titik ketinggian ini biasanya titik Triangulasi, yaitu suatu titikatau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakn tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Titik triangulasi digunakan oleh jawatan-jawatan topografi untuk menentukan suatu ketinggian tempat dalam pengukuran ilmu pasti pada waktu pembuatan peta. Macam titik triangulasi :
- Primer : P.14/3120 Kuarter : Q.20/1350
- Sekunder : S.75/1750 Tersier : T.16/975
Mengenal Tanda Medan
Di samping tanda medan yang terdapat pada legenda. Peta topografi biasa menggunakan bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok dilapangan dan mudah dikenali di peta, yang kita sebut tanda medan. Beberapa tanda medan dapat anda “baca” dari peta sebelum anda berangkat ke lokasi, tetapi kemudian harus ada cari dilokasi, tanda-tanda medan itu antara lain :
- puncak gunung atau bukit, punggungan gunung, lembah antara dua puncak, dan bentuk-bentuk tonjolan lain yang menyolok.
- lembah yang curam, sungai, pertemuan anak sungai, kelokan sungai, tebing-tebing di tepi sungai.
- belokan jalan, jembatan (perpotongan sungai dengan jalan), ujung desa, simpang jalan.
- bila berada di pantai, muara sungai akan menjadi tanda medan yang sangat jelas , begitu juga tanjung yang menjorok ke laut, teluk-teluk yang menyolok, pulau-pulau kecil, delta dan sebagainya
- di daerah daratan atau rawa-rawa biasanya sukar mendapatkan tonjolan permukaan bumi atau bukit-bukit yang dapat dipakai sebagai tanda medan. Permukaan kelokan-kelokan sungai, cabang-cabang sungai, muara sungai kecil.
- dalam penyusuran di sungai, kelokan tajam, cabang sungai, tebing-tebing, delta dan sebagainya dapat dijadikan sebagai tanda medan.
Pengertian tanda medan ini mutlak untuk dikuasai. Akan selalu digunakan pada uraian selanjutnya tentang teknik peta kompas.
Kompas
1. Guna Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah yang digunakan untuk mengetahui arah utara magnetis. Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan menunjuk arah utara-selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnet bumi, jadi bukan arah utara sebenarnya.
Secara fisik, kompas terdiri atas : a) Badan, yaitu tempat komponen-komponen kompas lainnya berada; b) Jarum, selalu mengarah ke utara-selatan bagaimanapun posisinya; c) Skala penunjuk, menunjukkan derajat sistem mata angin.
2. Jenis-Jenis Kompas, dalam suatu perjalanan banyak macam kompas yang dapat dipakai, pada umumnya dipakai dua jenis kompas, yaitu kompas bidik (misalnya kompas prisma) dan kompas orienteering (misalnya kompas silva). Kompas bidik mudah untuk membidik, tetapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris. Kompas silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik, tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. Kompas yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gelap.
3. Pemakaian Kompas,kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Dalam memakai kompas, perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam, seperti pisau, golok, karabiner, jam tangan dan lainnya. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.
Altimeter
altimeter merupakan alat pengukur ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi. Pada medan yang bergunung tinggi, resection dengan menggunakan kompas sering tidak banyak membantu, disini altimeter lebih bermanfaat. Dengan menyusuri punggungan-punggungan yang mudah dikenali di peta, altimeter akan lebih berperan dalam perjalanan, yang harus diperhatikan dalam pemakaian altimeter :
- setiap altimeter yang dipakai harus dikalibrasi. Periksa ketelitian altimeter di titik-titik ketinggian yang pasti.
- Altimeter sangat peka terhadap guncangan, perubahan cuaca, dan perubahan temperatur.
-Lihat terlebih dahulu interval peta, lalu hitung ketinggian tempat yang ingin kita ketahui, memang ada rumusan umum interval kontur= 1/2000 skala peta. tetapim rumus ini tidak selalu benar, beberapa peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung aslinya berskala 1:50.000 (interval kontur 25 m), tetapi kemudian diperbesar menjadi berskala 1:25.000 dengan interval kontur tetap 25 meter.
Pada suatu kondisi tertentu yang mendesak, misalnya SAR gunung hutan, sering kali peta diperbanyak dengan cara di foto kopi. Untuk itu, interval kontur peta tersebut harus tetap ditulis. Peta keluaran Bakosurtanal (1:50.000) membuat kontur tebal untuk setiap kelipatan 250 meter, atau setiap selang 10 kontur. Seri peta keluaran AMS (skala 1:50.000) membuat garis kontur tebal untuk setiap kelipatan 100 meter. peta keluaran Direktorat Geologi Bandung tidak seragam ketentuan ketebalan garis konturnya. Dengan demikian tidak ada ketentuan khusus dan seragam untuk penentuan garis kontur tebal.
Bila ketinggian kontur tidak dicantumkan, maka kita harus menghitung ketinggian suatu tempat dengan cara :
1. Cari 2 titik berdekatan yang harganya tercantum
2. Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. Hitung berapa kontur yang terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah).
3. Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat, dapat dihitung berapa interval konturnya (harus merupakan bilangan bulat).
4. Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik, maka harga kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. bila kontur terletak dibagian bawah, harganya lebih kecil). Hitung harga kontuir terdekat itu yang harus merupakan kelipatan dari harga interval kontur yang telah diketahui dari no 3. lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin harga yang didapat untuk setiap kontur benar. Cantumkan harga beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya.
Titik Triangulasi
Selain dari garis kontur, Kita dapat dapat mengetahui tinggi suatu tempat dengan bantuan titk ketinggian. Titik ketinggian ini biasanya titik Triangulasi, yaitu suatu titikatau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakn tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Titik triangulasi digunakan oleh jawatan-jawatan topografi untuk menentukan suatu ketinggian tempat dalam pengukuran ilmu pasti pada waktu pembuatan peta. Macam titik triangulasi :
- Primer : P.14/3120 Kuarter : Q.20/1350
- Sekunder : S.75/1750 Tersier : T.16/975
Mengenal Tanda Medan
Di samping tanda medan yang terdapat pada legenda. Peta topografi biasa menggunakan bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok dilapangan dan mudah dikenali di peta, yang kita sebut tanda medan. Beberapa tanda medan dapat anda “baca” dari peta sebelum anda berangkat ke lokasi, tetapi kemudian harus ada cari dilokasi, tanda-tanda medan itu antara lain :
- puncak gunung atau bukit, punggungan gunung, lembah antara dua puncak, dan bentuk-bentuk tonjolan lain yang menyolok.
- lembah yang curam, sungai, pertemuan anak sungai, kelokan sungai, tebing-tebing di tepi sungai.
- belokan jalan, jembatan (perpotongan sungai dengan jalan), ujung desa, simpang jalan.
- bila berada di pantai, muara sungai akan menjadi tanda medan yang sangat jelas , begitu juga tanjung yang menjorok ke laut, teluk-teluk yang menyolok, pulau-pulau kecil, delta dan sebagainya
- di daerah daratan atau rawa-rawa biasanya sukar mendapatkan tonjolan permukaan bumi atau bukit-bukit yang dapat dipakai sebagai tanda medan. Permukaan kelokan-kelokan sungai, cabang-cabang sungai, muara sungai kecil.
- dalam penyusuran di sungai, kelokan tajam, cabang sungai, tebing-tebing, delta dan sebagainya dapat dijadikan sebagai tanda medan.
Pengertian tanda medan ini mutlak untuk dikuasai. Akan selalu digunakan pada uraian selanjutnya tentang teknik peta kompas.
Kompas
1. Guna Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah yang digunakan untuk mengetahui arah utara magnetis. Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan menunjuk arah utara-selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnet bumi, jadi bukan arah utara sebenarnya.
Secara fisik, kompas terdiri atas : a) Badan, yaitu tempat komponen-komponen kompas lainnya berada; b) Jarum, selalu mengarah ke utara-selatan bagaimanapun posisinya; c) Skala penunjuk, menunjukkan derajat sistem mata angin.
2. Jenis-Jenis Kompas, dalam suatu perjalanan banyak macam kompas yang dapat dipakai, pada umumnya dipakai dua jenis kompas, yaitu kompas bidik (misalnya kompas prisma) dan kompas orienteering (misalnya kompas silva). Kompas bidik mudah untuk membidik, tetapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris. Kompas silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik, tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. Kompas yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gelap.
3. Pemakaian Kompas,kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Dalam memakai kompas, perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam, seperti pisau, golok, karabiner, jam tangan dan lainnya. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.
Altimeter
altimeter merupakan alat pengukur ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi. Pada medan yang bergunung tinggi, resection dengan menggunakan kompas sering tidak banyak membantu, disini altimeter lebih bermanfaat. Dengan menyusuri punggungan-punggungan yang mudah dikenali di peta, altimeter akan lebih berperan dalam perjalanan, yang harus diperhatikan dalam pemakaian altimeter :
- setiap altimeter yang dipakai harus dikalibrasi. Periksa ketelitian altimeter di titik-titik ketinggian yang pasti.
- Altimeter sangat peka terhadap guncangan, perubahan cuaca, dan perubahan temperatur.
Rabu, 09 Januari 2013
puisi alam
Kesaksian
Mendaki bukan untuk menghantarkan nyawa
Walau kutau umur ada ditangannya
Karna itu aku cinta pada alam
Karna itu aku cinta pada keberanian hidup
“Janganlah Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak”
Karena prinsip itulah, kuyakin nyawaku takkan tertinggal dipuncak
Bagiku mendaki adalah introspeksi diri
Berusaha mendekatkan diri kepada ILAHI
Menghancurkan kesombongan di dalam diri
Dan Kejujuran Yang Hakiki
Bukan masalah berapa banyak gunung yang kau daki
Tapi berapa banyak perubahan hidup setelah mendaki
JADILAH semakin baik lewat alam
JADILAH bijaksana lewat hutan
JADILAH sedderhana lewat pendakian
SEMOGA. . .
PANGRANGO
Aku kembali kerimbaMU
kealamMU yang sepi
tanpa hingar-bingar lampu sinar mercury
mencoba berusaha mencari jati diri
bersama hutan-hutanMU yang semakin sepi
dihutanMU INILAH AKU
aku tidak akan menjadi aku
kalau aku tidak berusaha menjadi aku
kabut tipis pun turuh perlahan di lembah pangrango
dipuncak ladang Edelwais yang semakin sepi
yang bertambah sepi karena tangan-tangan
yang berusaha mengambil sedikit keindahanMU
walaupun tak terdengar
tangis dariMU
tapi kuyakin karena kejadian itu
menjadilah lestari walau tanpaku
menjadilah semakin indah walau tanpaku
tenanglah di kesepianmu walau tanpaku
kutahu dan kuyakin itu
nama : dwi noer jaya
npm : 22210198
kelas
: 3eb08 Kesaksian
Mendaki bukan untuk menghantarkan nyawa
Walau kutau umur ada ditangannya
Karna itu aku cinta pada alam
Karna itu aku cinta pada keberanian hidup
“Janganlah Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak”
Karena prinsip itulah, kuyakin nyawaku takkan tertinggal dipuncak
Bagiku mendaki adalah introspeksi diri
Berusaha mendekatkan diri kepada ILAHI
Menghancurkan kesombongan di dalam diri
Dan Kejujuran Yang Hakiki
Bukan masalah berapa banyak gunung yang kau daki
Tapi berapa banyak perubahan hidup setelah mendaki
JADILAH semakin baik lewat alam
JADILAH bijaksana lewat hutan
JADILAH sedderhana lewat pendakian
SEMOGA. . .
PANGRANGO
Aku kembali kerimbaMU
kealamMU yang sepi
tanpa hingar-bingar lampu sinar mercury
mencoba berusaha mencari jati diri
bersama hutan-hutanMU yang semakin sepi
dihutanMU INILAH AKU
aku tidak akan menjadi aku
kalau aku tidak berusaha menjadi aku
kabut tipis pun turuh perlahan di lembah pangrango
dipuncak ladang Edelwais yang semakin sepi
yang bertambah sepi karena tangan-tangan
yang berusaha mengambil sedikit keindahanMU
walaupun tak terdengar
tangis dariMU
tapi kuyakin karena kejadian itu
menjadilah lestari walau tanpaku
menjadilah semakin indah walau tanpaku
tenanglah di kesepianmu walau tanpaku
kutahu dan kuyakin itu
nama : dwi noer jaya
npm : 22210198
kelas
: 3eb08
Langganan:
Postingan (Atom)